You can also receive Free Email Updates:

SEJARAH DESA

Sejarah berdirinya desa Gedeg sangat erat hubungannya dengan proses penyebaran agama islam di pulau jawa khususnya bagian utara pulau jawa. Bermula dari kejayaan kerajaan Demak di jawa tengah, ajaran islam berkembang sangat pesat. Para wali mulai melakukan expansi menyebarkan agama islam hingga ke pelosok jawa. Daerah Comal Pemalang pun tak luput dari sasaran wali dalam syiar islam. Diyakini makom (petilasan) Cepoko Wulung yang terletak di desa Gedeg dibangun oleh seorang wali sebagai tempat persinggahan sementara ditengah perjalannya berdakwah. Pendirian Cepoko Wulung inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya pemukiman/ pedukuhan yang lambat laun menjadi desa Gedeg.

Dalam menjalankan misinya, sang wali kerap membangun tempat persinggahan (padepokan) disuatu wilayah sebgai tempat peristirahatan. Salah satu padepokan tersebut adalah Cepoko Wulung yang terletak di dusun III Desa Gedeg kecamatan Comal. Cepoko Wulung dibangun sebagai tempat peristirahatan pada saat wilayah desa Gedeg masih berupa lahan subur yang luas.

Semakin hari murid yang belajar agama Islam semakin banyak. Bahkan kepergian sang wali untuk melanjutkan perjalananpun tidak serta merta menyurutkan semangat para murid untuk menimba ilmu agama. Banyak diantara mereka yang kemudian membangun rumah di sekitar padepokan. Jumlah mereka kian hari kian bertambah. Rumah-rumah disekitar padepokanpun semakin banyak. Seiring berjalannya waktu, rumah-rumah tersebut membentuk sebuah wilayah padukuhan. Orang-orang mulai ramai membangun rumah di sekitar sekitar padukuhan, yang kemudian terciptalah wilayah desa Gedeg.

Penamaan “Gedeg” berasal dari bentuk rumah yang pada saat itu masih sederhana. Yaitu dari pagar bambu yang disebut “Gedeg”, dan beratapkan anyaman daun rumbia yang dinamakan “welit’.

Kini, Desa Gedeg telah memiliki lebih dari 2.000 penduduk yang tersebar dalam tiga dusun. Banyak yang berprofesi sebagai buruh, petani, karyawan, wiraswasta, pegawai negeri, dll. Masyarakat desa Gedeg memiliki semangat agamis yang tinggi. Wilayahnya juga aman dan tentram. Hal tersebut tidak lepas dari sejarah awal terbentuknya desa Gedeg yang berkaitan erat dengan kegiatan syiar Islam di pulau Jawa.